Banyak akademisi menganggap Turnitin dan iThenticate adalah alat yang sama hanya karena dikembangkan oleh perusahaan yang sama. Faktanya, salah memilih alat uji similarity bisa berujung fatal: draf risetmu terindeks sebelum waktunya atau naskah ditolak oleh penerbit jurnal internasional.
Mengapa Uji Similarity Sangat Krusial?
Di dunia akademik, integritas tulisan adalah harga mati. Uji *similarity* berfungsi mendeteksi tingkat kemiripan teks dengan sumber daring, repositori tugas, maupun pangkalan data jurnal ilmiah yang sudah terbit.
Perlu digarisbawahi: similarity score bukanlah plagiarism score. Angka kemiripan hanya menunjukkan persentase teks yang identik dengan basis data referensi. Namun, cara kedua alat ini memproses teksmu memiliki konsekuensi teknis dan hukum hak kekayaan intelektual yang sangat berbeda.
Mengenal Turnitin: Sahabat Dunia Perkuliahan
Turnitin dirancang khusus untuk lingkungan pembelajaran akademik tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. Fokus utamanya adalah pembinaan integritas mahasiswa dan penilaian tugas terpadu dengan *Learning Management System* (LMS) seperti Moodle, Canvas, atau Google Classroom.
Karakteristik Utama Turnitin:
- Basis Data Repositori Mahasiswa: Mencakup ratusan juta tugas akhir, skripsi, tesis, dan makalah siswa dari ribuan kampus di seluruh dunia.
- Fitur Repositori Otomatis: Secara bawaan (*default*), berkas yang diunggah akan masuk ke repositori institusi atau global. Jika berkas yang sama diuji ulang di tempat lain tanpa pengaturan khusus, skor kemiripan bisa melonjak drastis hingga mendekati 100%.
- Target Pengguna: Mahasiswa sarjana, dosen penilai mata kuliah, dan administrator kampus.
Mengenal iThenticate: Standar Emas Penerbit Global
iThenticate adalah perangkat profesional yang ditujukan bagi peneliti mandiri, akademisi tingkat lanjut, institusi riset, dan penerbit jurnal bereputasi (seperti IEEE, Elsevier, Springer Nature, dan Wiley).
Karakteristik Utama iThenticate:
- Privasi Tanpa Simpan Repositori: Naskah yang kamu periksa di iThenticate tidak akan pernah disimpan ke dalam pangkalan data publik. Draf paten, proposal hibah, atau manuskrip yang belum terbit tetap terlindungi kerahasiaannya.
- Akses Crossref dan Koleksi Khusus: Terkoneksi langsung dengan basis data keilmuan berbayar melalui kemitraan dengan Crossref, PubMed, dan jutaan artikel ilmiah peer-reviewed.
- Target Pengguna: Penulis jurnal bereputasi, reviewer artikel ilmiah, editor penerbitan, dan tim seleksi beasiswa/hibah riset.
Tabel Komparasi: Turnitin vs iThenticate
| Aspek Pembeda | Turnitin | iThenticate |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Pendidikan dan pembelajaran akademik perkuliahan. | Publikasi riset, proposal hibah, dan manuskrip profesional. |
| Pengindeksan Berkas (Repository) | Menyimpan berkas ke repositori (kecuali disetel *no repository* oleh admin). | Tidak menyimpan berkas. Naskah tetap privat dan tidak masuk repositori. |
| Cakupan Database | Tugas siswa/mahasiswa global, situs web, jurnal akademik umum. | Artikel jurnal terindeks (Crossref), prosiding ilmiah, buku referensi resmi. |
| Akses Pengguna | Biasanya akun institusi/kampus lewat peran *instructor*. | Dapat dibeli secara mandiri per kredit naskah atau langganan institusi riset. |
| Integrasi Sistem | LMS kampus (Blackboard, Canvas, Moodle). | Sistem manajemen naskah jurnal (Editorial Manager, ScholarOne). |
Kapan Harus Menggunakan Turnitin dan Kapan Memilih iThenticate?
Gunakan panduan praktis berikut agar tidak keliru menentukan perangkat:
Gunakan Turnitin jika:
- Kamu sedang menyusun skripsi, tesis, atau tugas makalah kuliah reguler.
- Kampus mewajibkan bukti lampiran laporan kemiripan dari akun resmi perpustakaan universitas.
- Tujuan tulisan adalah pemenuhan syarat kelulusan formal di jenjang sarjana atau magister terapan.
Gunakan iThenticate jika:
- Kamu hendak mengirim manuskrip ke jurnal internasional terindeks Scopus atau Web of Science (WoS).
- Naskah memuat rahasia dagang, formula inovasi, atau draf pendaftaran paten.
- Kamu mengelola seleksi proposal hibah penelitian bernilai tinggi yang menuntut kerahasiaan penuh.
Tips Aman Melakukan Uji Similarity Sebelum Submit Naskah
- Hindari Jasa Pengecekan Ilegal di Media Sosial: Banyak penyedia jasa murah menggunakan akun Turnitin yang mengaktifkan fitur repositori. Akibatnya, tulisanmu langsung tersimpan di database global.
- Periksa Pengaturan Pengecualian (*Filter Exclusions*): Pastikan daftar pustaka (*bibliography*), kutipan langsung (*quotes*), dan kecocokan kalimat kecil (< 1% atau < 8 kata) disaring sesuai panduan jurnal tujuan.
- Lakukan Parafrasa yang Benar: Memparafrasa bukan sekadar menukar kata dengan sinonim dari tesaurus, melainkan menyusun kembali gagasan penulis asli dengan gaya kalimat dan struktur pemikiranmu sendiri.

0 Comments
Tambah Komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *